1 / 3

FORCLIME

(Forests and Climate Change Programme)
Financial Cooperation (FC Module)
2 / 3

FORCLIME

(Forests and Climate Change Programme)
Financial Cooperation (FC Module)
3 / 3

FORCLIME

(Forests and Climate Change Programme)
Financial Cooperation (FC Module)

PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN JASA KONSULTAN FEASIBILITY STUDY INVESTASI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DELTA SUNGAI BERAU

Berdasarkan Hasil Evaluasi dan Penilaian Peserta oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa FORCLIME FC tahun 2018 dan masa sanggah (27 April – 2 Mei 2018), dengan ini diumumkan Pemenang Pengadaan Jasa Konsultan Feasibility Study Investasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Delta Sungai Berau, Kabupaten Berau adalah

YAYASAN GAJAH SUMATERA

Pemenang akan diundang Panitia Pengadaan Barang/ Jasa FORCLIME FC Tahun 2018 untuk Klarifikasi Dokumen dan Negosiasi Harga dan Rencana Kegiatan dengan jadwal yang akan disampaikan secara offline kepada pihak pemenang.

Demikian pengumuman kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.

Surat Pengumuman

Jakarta, 3 Mei 2018

 

Ttd

Panitia Pengadaan Barang/Jasa

FORCLIME FC Tahun 2018

Bukan Kebun Karet Biasa

Oleh: Handoyo, Pemandu Lapangan FORCLIME FC DPMU Berau

“Gak disadap mas,..... harga getah turun lagi, nanti kalo bagus kami sadap lagi.... “ Begitulah jawaban Pak Sugeng salah satu petani pekebun karet berusia 52 tahun di kampung Labanan Makarti ketika ditanya kenapa kebun karetnya ditelantarkan, padahal lingkar batang pohon-pohon karet dikebunnya sudah layak sadap.

Sekitar tahun 2010-2013 masyarakat Kampung Labanan Makarti menjadi salah satu Sasaran Program kredit usaha perkebunan yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan dana bagi pembangunan kebun karet rakyat. Angsuran dicicil ketika tanaman karet sudah bisa disadap. Analisa Usaha tani memperlihatkan usaha perkebunan karet rakyat “Layak”, sehingga skema kredit dinilai dapat menguntungkan bagi masyarakat sebagai pekebun, begitu pula bagi penyandang dana/bank.

Cukup banyak anggota masyarakat kampung yang memanfaatkan program tersebut.  Membuka lahan, menanami dengan tanaman karet dan memeliharanya dengan memanfaatkan dana pinjaman yang ditawarkan. Namun perencanaan yang matang pun tidak jarang meleset dari harapan yang diinginkan. Kondisi perekonomian yang lesu menjadikan harga latex turun dan terus makin rendah. Lump karet yang merupakan produk turunan latex yang berkualitas rendah hasil sadapan kebun karet rakyat tentu lebih terpukul lagi harganya. Kondisi tersebut pada akhirnya menjadikan kebun karet rakyat bagai mati suri ..... bahkan terancam konversi.  Gagal !!! 

Kebun karet masyarakat yang sudah layak sadap tetapi dibiarkan saja

Selengkapnya: Bukan Kebun Karet Biasa

Hutan Desa : Harapan Baru Warga Long Ayap Dalam Melindungi Hutan Penyangga Kehidupan Mereka

Oleh : M. Yasin, Pemandu Lapangan FORCLIME FC DPMU Berau

Pemandangan Kampung Long Ayap di pagi hari

Di pagi hari  ketika kita membuka pintu jendela rumah di kampung Long Ayap terlihat kabut  menyelimuti kampung dan gunung yang tertutup  hutan lindung. Indahnya  suasana kampung Long Ayap Kecamatan Segah Kabupaten Berau, yang berpenduduk mayoritas suku dayak Punan,  masih dapat dijaga dan dinikmati sampai saat ini karena masyarakat kampung Long Ayap  masih kental dengan tradisi selaras dengan alam.

Di dekat kelokan sungai, berdiri rumah panggung Pak Dedy Rarang, penulis sedang berbincang hangat dengan sang tuan rumah tentang keberadaan hutan lindung yang indah itu.  Pak Dedy menyampaikan harapannya, “Pak Yasin, bagaimana caranya agar hutan yang ada di depan kampung ini dapat dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung Long Ayap, di samping kami tetap melestarikan hutan itu”

Harapannya ke depan masyarakat kampung Long Ayap bisa menjaga hutan tersebut karena ketergantungan masyarakat setempat terhadap hutan itu sangat kuat. Masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mulai bahan pokok sagu, binatang buruaan, madu, obat-obatan dari hutan itu. Perbincangan kami yang ditemani dengan secangkir kopi asli semakin menghangat, kadang diselingi dengan deru suara mesin ketinting (perahu motor kecil dengan mesin 12 – 15 PK) yang menyemburkan air di buritannya ketika menikung di kelokan sungai. Perahu-perahu ini ditumpangi oleh warga kampong Long Ayap, warga lain disepanjang Sungai Segah dan para karyawan perusahaan perkebunan yang tinggal di sekitar kampung Long Ayap. 

Selengkapnya: Hutan Desa : Harapan Baru Warga Long Ayap Dalam Melindungi Hutan Penyangga Kehidupan Mereka