1 / 3

FORCLIME

(Forests and Climate Change Programme)
Financial Cooperation (FC Module)
2 / 3

FORCLIME

(Forests and Climate Change Programme)
Financial Cooperation (FC Module)
3 / 3

FORCLIME

(Forests and Climate Change Programme)
Financial Cooperation (FC Module)

Kegiatan Rangkaian Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) Tahun 2017 merupakan event kedua yang diselenggarakan dilaksanakan di lingkungan Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tanggal 6 – 8 September 2017. Tema yang diusung pada tahun ini adalah “Ini Saatnya untuk Rakyat!”. Rangkaian kegiatan Festival PeSoNa antara lain: Pameran, Sarasehan/Seminar, Pentas seni, Jamuan Hutan, dan Mural. Program FORCLIME FC berpartisipasi pada kegiatan pameran yang diselenggarakan di raung Auditorium Manggala Wanabakti. Peserta Pameran adalah Instansi Pemerintah Pusat maupun Daerah, Kementerian / Lembaga, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, Masyarakat Usaha Binaan Pemerintah ataupun Swasta yang bergerak di Bidang Kehutanan dan Lingkungan, Organisasi Non Profit (NGO), dll.

 

Partisipasi pameran FORCLIME FC dilakukan bersama dengan FORCLIME TC. Sesuai dengan tema PeSoNa tahun ini, FORCLIME FC mengundang 2 (dua) orang masyarakat Kapuas Hulu yaitu ketua Kelompok Masyarakat Pemanfaat Hutan (KMPH) Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Pewarna Alami Desa Mensiau dan Fasilitator Desa Program FORCLIME FC Desa Mensiau. Desa Mensiau merupakan salah satu dari 3 (tiga) desa yang telah mengajukan Hutan Desa dan telah diverifikasi oleh PSKL, kedua desa lain yang telah mengajukan proposal Hutan Desa adalah Desa Tamao dan Desa Bunut Hulu. Peran masyarakat pada pameran ini adalah sebagai interpretator Booth sekaligus memperkenalkan dan menjual produk Hutan Desa Mensiau. Produk yang ditampilkan adalah Daun Haras yang dapat dijadikan lulur kecantikan, Daun Puri yang dapat dikonsumsi sebagai minuman kesehatan, Madu, pewarna alami, serta kain tenun khas Kalimantan yang benangnya menggunakan pewarna alami. Selain itu ditampilkan proses menenun yang dilakukan pada booth FORCLIME FC. Untuk menarik pengunjung pameran ditampilkan kesenian alat musik Dayak Sape pada Booth Pameran dan Souvenir.

Selain sebagai interpretator booth masyarakat Kapuas Hulu yang diundang mengikuti pameran ini juga berpartisipasi dalam Sesi Temu Usaha yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia. Dalam sesi tersebut diadakan diskusi antara Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang merupakan peserta pameran dengan Pelaku usaha atau investor yang membahas potensi masing-masing Kelompok Usaha dan prospek pengembangannya. Fasilitator Desa Mensiau mempresentasikan HHBK Daun Karas sebagai lulur alami dalam Sesi ini. Masalah yang dihadapi adalah perlu adanya penelitian ilmiah mengenai kegunaan dan efek samping Daun Karas sebagai lulur alami.

Partisipasi FORCLIME dalam Festival PeSoNa Tahun 2017 merupakan sarana publikasi yang baik dalam memperkenalkan program FORCLIME kepada masyarakat umum. Melalui pameran ini, disampaikan bahwa FORCLIME mendukung program pemerintah dalam implementasi Perhutanan Sosial Hutan Desa. Selain itu pameran ini menjadi sarana pelaku perhutanan sosial dalam memperkenalkan dan menjual produk hutan desanya.